Buah Pendidikan Telah Menjadi Racun

by FAZZAN POST

Dasar pendidikan di negara-negara umat Islam pada umumnya tidak jauh berbeda. Jika ada yang berbeda pun hanya pada teknik dan nama yang digunakan saja. Dasarnya tetap sekular. Pendidikan saat ini hanya semata-mata melahirkan orang pandai, mampu membuat kemajuan dan mengejar dunia.

Sistem pendidikannya tidak berdasarkan tauhid atau ketuhanan, tetap diajarkan namun hanya sepintas saja. Syariat yang diajarkan juga terlalu mendasar, hanya disekitar ibadah. Sangat jauh mengajarkan kecintaan pada Allah, dan menumbuhkan rasa takut pada Allah. Semuanya hanya diajarkan dalam teori saja tanpa mencoba menumbuhkannya pada diri setiap peserta didik.

Jika pendidikan akidah dan ketauhidan hanya diajarkan pada bagian dasarnya saja, maka akhlak yang tinggi dan mulia sulit terwujud. Akhirnya Kita tidak lagi menemukan peserta didik yang sudah terlatih dan terbiasa mencintai Allah juga mencintai sesama manusia.

Kita juga sudah jarang menemukan seseorang yang tawadhu’, pemurah, sabar, dan memiliki rasa kepedulian yang tinggi. Jika sistem pendidikan yang dibangun tidak berdasarkan pada aturan Allah pastinya sangat sulit menemukan seseorang yang memiliki sifat terpuji.

Mari membuka mata, dan menyadari bahwa sistem pendidikan harus segera diperbaiki. Jika tidak, nantinya akan sulit sekali mencari orang yang jujur, mandiri, rajin beribadah dan berani karena Allah.

Lihat lah buah dari sistem pendidikan yang sudah ditanam sejak lama dan saat ini sudah berbuah. Apakah buahnya itu? yaitu jika keberhasilan digenggamnya, maka ia akan sombong, tamak, egois, dan tidak lagi peduli terhadap sesama. Meskipun ada juga yang berhasil tapi tidak memiliki sifat tersebut. Namun, saat ini Kita berbicara soal mayoritas. Bukankah kita sering menemui orang-orang yang seperti itu?

Lebih parahnya lagi, seseorang yang mengalami kegagalan , ia dengan cepatnya mengalami putus asa. Karena mereka tidak dipupuk mentalnya, tidak dipersiapkan mentalnya mengalami kegagalan. Padahal, kegagalan dan keberhasilan itu adalah dua hal yang selalu beriringan.

Sesungguhnya kekacauan saat ini adalah akibat kita menjauh dari aturan Allah SWT. Hukum kebanyakan orang dijadikan pembenaran dan syariat dikesampingkan. Semoga Kita bisa sama-sama membangun dan memperbaiki sistem pendidikan yang sudah ada.

Advertisements